| — | Superman is Dead |
Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia! Itulah sepotong kalimat yang diucapkan oleh orang Singapura yang berkunjung ke Tanah Air. Tidakkah kita bangga menjadi bagian dari Negara yang Kaya ini? Saya pribadi tentunya bangga dan kita selaku generasi yang kelak akan meneruskan pembangunan negara ini seharusnya juga merasa bangga.
Namun, “Nothing’s perfect” mungkin adalah istilah yang sesuai dengan Indonesia. Disamping, keindahan alamnya, limpahan sumber daya yang tersebar di masing masing pulau, segala karunia tersebut rasanya menjadi sia-sia karena kesalahan kita sendiri. contoh realnya sebut saja eksploitasi yang berlebihan, penggundulan hutan, atau lebih ironisnya.. kita membiarkan bangsa lain merebut dan mencuri kekayaan yang kita miliki. Saat ini apa yang bangsa kita lakukan? Marah? Mengumpat? Mengibarkan bendera perang? Perang tak akan menyelesaikan masalah, toh mereka sudah dengan suksesnya mencuri apa yang menjadi hak kita. Namun, kemanakah kita selama ini? Kenapa kita baru berkoar ketika harta kita diambil? Selama ini, kekayaan yang sangat berlimpah di Indonesia apakah tersentuh oleh kita? Itulah yang membuat saya kecewa. Seperti yang saya bilang tadi, tidak ada yang sempurna. Negara dengan harta berlimpah, tanpa diimbangi dengan pemerintahan yang jujur dan juga masyarakat yang peduli, maka sama saja dengan memiliki I-Phone tetapi tidak mengerti cara memakainya. Dan akhirnya, hanya menjadi pajangan yang tak berguna.
Tidakkah kita kecewa dan sedih? Harta yang diperjuangkan oleh Soekarno dan Hatta di masa lalu menjadi seperti ini.. Namun ini bukan waktunya untuk mengiba dan memikirkan penyesalan, hal tersebut tidak akan mengubah apapun. Mulailah menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin generasi kita di masa depan yang kelak menuntun Negeri ini menjadi Negeri yang lebih baik.
“Hari kedepan Bangsa Indonesia hanya terletak semata-mata pada pembentukan suatu Pemerintahan yang bertanggungjawab pada rakyat dengan sesungguhnya. Untuk itu tiap-tiap orang Indonesia harus berjuang menurut kemampuan dan bakatnya masing-masing, tanpa tergantung pada ‘bantuan’ dari orang-orang asing. Pemecahbelahan kekuatan Indonesia dalam bentuk apapun, harus dicela sekeras-kerasnya, karena hanya persatuan kokoh kuat dari putra-putri Indonesia dapat mencapai tujuan bersama” -Dikutip dari Otobiografi Ali Sastroamidjojo-
Hal itu adalah salah satu cita-cita luhur yang diyakini oleh pelopor bangsa ini. Seluruh komponen bangsa, tanpa melihat suku dan agama, telah mengorbankan tetes darah dan airmata hingga akhirnya Proklamasi bisa dikumandangkan dengan perkasa pada 17 Agustus 1945.
Kelak kita akan mendapat giliran, giliran untuk memimpin bangsa ini dan meneruskan perjuangan generasi di masa lampau. Jadikan renungan, apa yang sebenarnya terjadi di negara ini? Berhentilah menjadi pribadi manja yang hanya bisa meminta dan memohon, bangkit lah dan lakukan sesuatu!
Intinya, jika serius menginginkan perubahan, kenapa harus menutup diri terhadap dunia luar agar mereka dapat mendengar suara kita.
Lalu bagaimana protet remaja masa kini yang cenderung negatif? Segala sesuatu yang dilakukan serba bebas dan merusak. Bagaimana mungkin generasi seperti itu dapat meneruskan bangsa ini? Begitukah? Menurut saya, Tidak. Masih banyak waktu untuk berubah. Kita masih muda. No one has a right to judge who we really are. Be positive, do the right things and the world will appreciate you. Dan dalam kondisi ini, Agama lah yang berperan. Tanamkan dalam-dalam peran agama dalam lubuk hati kita, hingga kita menjadi orang yang berada di jalan yang benar. Bukan hanya dengan tekad dan niat yang besar tetapi juga harus diimbangi dengan perilaku yang memang mencerminkan anak bangsa.
JRX berpesan: untuk menjadi manusia yang kuat dan bijak, kita harus bisa menguatkan mental terhadap apa yang kita anggap ‘godaan’. Mulailah semua dari diri sendiri. Semua pilihan ada di tangan kita karena ini adalah hidup kita, bukan hidup mereka. Saya hanya orang yang sederhana dengan pikiran yang sederhana pula. Saya hanya berpikir, bangsa ini bisa maju memenuhi tuntutan jaman dan bersaing dengan bangsa lain, jika kita sudah bisa menyelaraskan perbedaan diantara kita sendiri. Hidup ini tidak selalu hitam dan putih, benar dan salah itu relatif. Yang terpenting adalah kita jalani hidup ini tanpa merugikan hak-hak orang lain hingga tiba saatnya kita merubah dunia.
And we all learned from mistakes anyway, atau dalam bahasa Rock & Roll,
whatever that doesn’t change you will make you stronger, either you’re dead or alive.
Toh kesalahan yang dilakukan suatu saat akan membuat seseorang menjadi tahu apa makna dari hidup yang ia jalani. Jangan pernah takut untuk di cap salah. Kita adalah generasi kita sendiri. Jika bukan kita yang bergerak, siapa lagi? SAVE OUR NATION!
Suatu Negeri tentunya tidak akan berdiri tanpa campur tangan dari seluruh komponen masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja, orang dewasa sampai orang lanjut usia. Masing-masing dari komponen tersebut tentunya mempunyai peran dalam perkembangan negeri ini.
Saya mungkin masih remaja yang belum mencapai usia 17 tahun, tidak memiliki KTP dan tidak mengerti apa itu konspirasi. Tapi, apakah itu berarti saya tidak bisa berperan dalam kemajuan negeri ini? Saya merasa, kami, para remaja seringkali diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh orang dewasa. Entah kenapa orang dewasa berpikir bahwa remaja tidak jauh dari pemberontakan. Berontak sama saja dengan melawan arus. Nyatanya jika kita tidak berontak, apa kita rela generasi kita mengulang kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh generasi sebelum kita? Mereka yang korupsi, mereka yang fanatik dan membuat kericuhan dan penyebab kesengsaraan rakyat kecil. Bukankah sudah seharusnya kita membawa perubahan yang positif? Dengan berpikir melawan kecenderungan yang ada, kita mungkin dapat membuat sejarah atau melahirkan pemikiran baru yang lebih baik untuk generasi kita sendiri.
Apa yang dapat kita lakukan? Tentunya saat ini kita belum bisa berbuat sesuatu yang berarti dan berpengaruh, punya hak suara dalam pemilu saja tidak. Namun kita mungkin dapat mengubah pola pikir kita yang masih labil dan kekanak-kanakan untuk merubah dunia, dimulai dari diri sendiri.
Tuhan memberi manusia otak untuk digunakan berpikir memecahkan sesuatu yang tidak dapat di mengerti, otak bukan cuma untuk meminta. Kita tidak perlu menjadi pintar untuk memajukan dunia, asalkan logika dan nalar kita jalan kita bisa menjadi orang berpengaruh. Karena kelak, penilaian bukan dari pintar-tidaknya kita atau berhasil-tidaknya kita namun apakah kita berguna bagi negeri ini atau tidak. Itu hal yang penting. Kejar target menjadi orang yang berguna bukan hanya menjadi orang yang berhasil.
Bukan hanya mengandalkan pikiran, kita juga harus tegas dalam mengambil sikap. Keberanian untuk membuat kesalahan, semangat untuk melawan arus dan mempertanyakan nilai-nilai sosial selama masih ada tempat untuk bertanya sebagai pelajar.
Now let’s think, kecenderungan apa saja yang ada di masyarakat yang kita rasa mengganggu?
Jika kita benci melihat budaya kekerasan yang semakin populer di masyarakat, lawan itu semua dan jangan ikut menjadi seperti mereka. Jika kesal setiap kali melihat masyarakat dengan santainya membuang sampah sembarangan, jadilah seorang pro-lingkungan dan pengaruhi orang-orang disekitarmu. Jika kita bosan melihat budaya modern dan konsumtif para anak muda yang kadang berlebihan, jadilah seorang yang kreatif dan berkreasilah dengan pakaian bekas lalu kenakan dengan bangga dan stylish. Jika kita bosan dengan design kaos-kaos distro yang semakin seragam dan cheesy, mulailah membuat clothing-line sendiri.
Begitulah ide yang dikeluarkan oleh Jrx, role model dari banyak anak muda yang berpikiran realistis.
Mungkin hal diatas tidak ada hubungannya dengan kemajuan negara ini tapi apa salahnya? Practice makes perfect. Jika kita terbiasa memiliki pola pikir yang membawa kita ke perubahan yang positif tentunya kelak kita akan terus melakukan perubahan-perubahan karena terbiasa. Terbiasa menjadi lebih baik. But the point is, just do your own thing.
Let’s start it from now, stop talking, stop whining, be grown up and change this world.
All it takes is time. When someone says, “I’ll never ever be able to get over him/her”, that is absolutely false. In time, you will learn to let go and move on. Accept whatever happened to you, take it as a positive experience, and use it to start a new chapter in life. That’s part of transition. Don’t ever say you can’t or never will because that just means you’re not even trying. A new beginning will unfold and some of the greatest happenings in life will result from big changes like this. So stop sulking over what can’t be changed or dwell on the past because that will only hold you back. Take a deep breath, say goodbye to history, and move on forward. That’s the secret to happiness.
okay sekarang gue kelas 2 SMA (ga tau harus bilang “udah” atau “masih” kelas 2 SMA) tapi no matter what, gue pengen nentuin dan nyiapin semuanya dari sekarang. kata kakak kelas gue, kalo baru sadar pas kelas 3 pasti nyesel senyesel nyeselnya. Mulai ngejar nilai dari sekarang, ga boleh ada yang kosong, rajin ngumpulin tugas, aktif dan kejar PMDK! Gue sempet bingung antara milih IPA atau IPS.. well cita cita gue sih pengen kerja di Deplu ngambil Hubungan Internasional (HI) dan itu kan IPS banget jadi tadinya gue bilang gue pengen IPS sayangnya ditentang sama orang tua (IPS bukan HI-nya) dan orang tua nyuruh gue masuk IPA (dan sekarang pun gue jadi anak IPA) Awalnya gue ga mau, gue mikirnya IPA sama HI hubungannya apaaa nanti gue ga bisa masuk HI lagi tapi ternyata ga gitu. Bukan karna reputasi kelas, tapi IPA itu fleksibel mau ngambil IPA atau ngambil IPS buat kuliah nanti pasti bisa. tapi kalo IPS? ibaratnya lu stuck di suatu ruangan dan lu ga bisa bebas milih jurusan yang lu mau. dan my dad said I’m still young, HI itu pasti cuma keinginan sesaat who knows nanti gue pengen jadi Dokter atau Arsitek atau you name it lah. jadi keputusannya gue milih IPA dan kata bokap gue juga dimana mana logika dan nalarnya anak IPA itu lebih jalan. OK, bukan cuma itu aja yang gue pikirin. setelah lulus SMA nanti gue mau kemana? Kalo ga ada tujuan yang jelas gue jadi ga ada arah dan ga ada motivasi. Harus ada sesuatu yang gue kejar. dan tetep gue pengen: HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS INDONESIA amin dan pastinya ga segampang itu. Tapi karna gue masih muda dan masih punya banyak waktu tentunya gue bakal berusaha semaksimal mungkin. tapi alternatifnya gue mungkin bakal nerusin jejak nyokap ambil SASTRA INGGRIS atau gue juga kinda interested sama SASTRA PERANCIS (I’m taking course) Bisakah gue? Sanggupkah gue? Mampukah gue? Semua bakal terjawab kira kira 2 tahun lagi. Bisa engganya gue dan sukses engganya gue di masa depan. Tapi gue bakal berusaha dari sekarang. berusaha, berdoa, belajar, dan terus termotivasi buat ngeraih masa depan yang gue pengen. Wish you all luck and keep struggle on. Yeah!!
Copied from AL aka Ucay Rocket Rockers Dear Teman-Teman dan Para Pecinta Musik di seluruh tanah air yang kami cintai.
Seperti yang kita ketahui, belakangan ini banyak sekali bermunculan group facebook dan komunitas yang menamakan dirinya ANTI band ini dan ANTI band itu.
Bagi gw pribadi sangat menggelikan ketika melihat para pembenci sebuah band, berkumpul dan berkelompok sampai-sampai melakukan aksi penyerangan fisik dilapangan maupun verbal di internet.
Ini adalah sebuah kemunduran apresiasi musik di Indonesia. Walaupun membenci dan anti adalah sebuah hak, tapi ketika memasuki wilayah fisik dan fitnah, ini sudah tidak bisa ditolelir.
Solusinya? Ya kita harus serempak saling menyadarkan atau sadar diri bahwa membuat ANTI-ANTI-AN BAND di negara ini adalah perilaku yang sangat tidak intelek dan merupakan pengkebirian rezeki dan pendapatan orang. Mending kalau para ANTI itu memberi nafkah pada para band,…ini yang ada hanya memberi luka dan melahirkan fasis-fasis baru di Negara yang ternyata masyarakatnya banyak yang mudah ter-provokator-i.
Kalau tidak suka dan benci terhadap sebuah band, buatlah band yang lebih bagus. Atau berilah masukan dengan review dan kata-kata yang sedap untuk dibaca. Gw yakin, orang-orang yang mengakses internet pasti punya basic pendidikan dan tata bahasa yang baik.
Kalau tidak suka dan benci terhadap sebuah band, tidak usah datang ke konsernya dan membuat rusuh. Tidak usah membeli rilisan, RBT dan merchandisenya. Itu sudah cukup fair.
Yang gw harapkan dari tulisan ini adalah: kesadaran dan saling menyadarkan. Karena gw tau banget manusia itu pasti pernah khilaf dan mengalami masa-masa yang berapi-api dan ingin eksis namun terkadang dengan jalan yang salah.
Well, gw yakin semua punya hati nurani dan punya harapan tinggi untuk kemajuan scene musik di Indonesia. So, mari tingkatkan kesadaran bersikap dalam mengapresiasi musik.
Buatlah inovasi-inovasi baru dalam dunia musik maupun industrinya. Semoga Negara ini kelak bisa menjadi barometer musik dunia. Amin.
Keep support your local bands!
Big Love,
AL a.k.a UCAY
Fatchur Rahman kepuasan batin seorang musisi adalah ketika dia berkarya dengan hati dan org lain dapat menyukai juga menghargai karya kita Aldha Deeto Goldstein Sangat cerdas bila lirik sebuah lagu menginspirasi banyak orang. Musik itu alunan notasi nada. Lirik itu kata-kata yang turun dari kejadian, hati bahkan pikiran seseorang hingga menjadi rangkain kata. Lagu berasal dari suara, sebuah gelombang yang bisa meresonansi hati dan pikiran menjadi sedih, senang bahkan marah.. Tidak ada yang salah sebenarnya. Soal mainstream atau tidak, itu adalah pilihan. Aldo Core musik gw sama musik lo beda . tapi itu bukan alasan kita saling bermusuhan . saling menghargai ajalah lay…, gw ga ganggu musik lo.. lo ga ganggu musik gw . lo ga usah coment2 tentang apa yg gw lakuin .karna ini hidup gw bray! oke! \m/ Andi Aprialdi tolong matikan lagu melayunya dooonngg…. Dwi Ary Putra berani beraninya engkau bernyanyi, nynyikan lagu murah di negeri ini, berani beraninya kau berkarya yang tak satu pun membuat kami bangga oh benar kata efek rumah kaca lagu cinta semakin mendayu saja dan bodohnya para penguasa musik kitatak peduli karya yg pentng harta, berani beraninya engkau bergaya tampil di televisi tak kenal lelah nanti si anu besok si itu yg pasti bahwa mereka melulu. Haikal Ghifari knp harus ada perbedaan tetapi kita semua sama d dunia ini, buat apa membedakan genre musik padahal kita saudara. INDIE IS NOT STYLE BUT SOUL. indie bkn dari penampilan tapi dari jiwa, jadi ngpain lu suka musik indie tapi cma berpenampilan doank tapi jiwa lu tetep aja cemen, semua genre musik harus menjiwai dan bersahabat jadi jangan buat anarki saat nonton acara gigs, walau kita berbeda misi dan visi dalam musik kita tapi intinya sama INDIE. Radya Soma Seorang musisi sejati adalah seorang yang bisa memainkan banyak instrument dan aliran musik berbeda beda dengan seimbang dan tidak menghujat aliran musik yang mereka tidak sukai. “asalkan lagu tersebut tidak menghina aliran musik anda” MFWD Engga bisa jadi Musisi? Jadilah scenester! Iqbal Prayogo Ini Seni bung, bukan satu tindak kriminal!
Kadang atau bahkan seringkali di dunia yang serba cepat ini aksi lebih ‘bunyi’ ketimbang sekedar mikir. Perkara hasilnya salah atau engga itu hanya bagian dari proses. Klisenya kesalahan itu lah yang akhirnya mendewasakan kita. Membuat kita jadi manusia. Dari kesalahan lah kita belajar. Sementara kalau kita menutupi atau meminimalisir kesalahan, malah ujungnya kita engga akan belajar dan engga nemuin kebenaran. Ya intinya, semua orang punya salah dan salah itu bukan cela yang abadi sifatnya. Gue pribadi sih udah dapet pelajaran buat melangkah di kemudian hari. Ga hanya dipendam atau sekedar bahan cibiran. Dan yang terpenting, soal mengingatkan itu tugas seorang teman :)
He’s a real drummer with a purpose and great skill and loves doing it! He’s smiling while he plays! ♥ Smooch
Analogi real-nya begini, suatu hari rumahmu dan rumah tetanggamu terbakar disaat yg bersamaan, apa yg pertama kamu lakukan?
Ga usah sok jagoan dan bilang
saya akan selamatkan kedua rumah tersebut
Kita bukan superman, kekuatan kita terbatas, selagi kita hidup, bekerja dan mungkin nanti mati di Indonesia, kenapa tidak kita gunakan energi kita untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka terlebih dulu?
Merdeka dari kemiskinan, kebodohan, korupsi, terorisme, fanatisme sempit dan penyeragaman moral. mungkin kamu tidak sadar karna terlalu mengikuti ‘dunia luar’ dan nyaman berada di safety zone.
Kini sadarlah, Indonesia saat ini sedang ‘terbakar’ hebat dan perlu seluruh bantuan tenaga dan pemikiran warga negaranya untuk memadamkan api sebelum kita semua mati hangus terbakar!